ZONALUTIM.ID – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Luwu Timur melaksanakan rapat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan sejumlah perangkat daerah terkait Pengendalian Terpadu Pengembangan Hilirisasi Nikel di Kabupaten Luwu Timur.
Rapat dipimpin oleh Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, di Aula Kantor Bapperida Luwu Timur, Rabu (22/7/2026).
Rapat ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan rapid review terhadap pengendalian program prioritas Presiden, sebagai upaya memastikan kesesuaian antara target yang telah ditetapkan dengan pelaksanaan di lapangan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama Bappenas melakukan evaluasi terhadap progres pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam mendukung pengembangan hilirisasi nikel di Kabupaten Luwu Timur.
Kegiatan tersebut melibatkan sinergi lintas perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker), Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKMP), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP).
Dalam rapat tersebut, masing-masing perangkat daerah memaparkan perkembangan pelaksanaan program sesuai dengan tugas dan fungsinya. Pembahasan difokuskan pada sejauh mana pengembangan hilirisasi nikel dan kawasan industri telah berjalan, termasuk dukungan infrastruktur, investasi, penyerapan tenaga kerja, serta aspek tata ruang dan pelayanan perizinan.
Selain itu, rapat juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pengembangan kawasan industri dan hilirisasi nikel di Kabupaten Luwu Timur. Evaluasi terhadap aspek lingkungan menjadi perhatian penting guna memastikan bahwa percepatan pembangunan industri tetap sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional. Hasil rapid review akan menjadi bahan masukan strategis untuk penyempurnaan kebijakan dan langkah pengendalian, sehingga pengembangan hilirisasi nikel di Kabupaten Luwu Timur dapat memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.





