ZONALUTIM.ID – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkomitmen memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memastikan belanja daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler saat membacakan jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD pada Rapat Paripurna DPRD Luwu Timur, Senin (6/7/2026).
Menanggapi pandangan Fraksi PAN terkait tingginya ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat, pemerintah daerah menyatakan akan terus mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD melalui optimalisasi pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
Meski demikian, pemerintah mengakui dana transfer pusat masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan sesuai sistem hubungan keuangan pusat dan daerah.
“Strategi yang ditempuh bukan menghilangkan ketergantungan secara instan, tetapi meningkatkan kapasitas fiskal daerah secara bertahap agar proporsi PAD semakin besar,” ujar Puspawati.
Selain meningkatkan pendapatan, pemerintah juga memastikan setiap belanja daerah diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif.
Menanggapi Fraksi NasDem, pemerintah juga menyebut Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 sebesar Rp21,6 miliar berasal dari kas BLUD, BOS, BOK, FKTP, dan kas daerah.
Ke depan, SiLPA tersebut akan menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif pada tahun-tahun berikutnya. (*)





