ZONALUTIM.ID – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berkepentingan agar investasi pembangunan Kawasan Industri PT IHIP segera berjalan karena dinilai akan memberikan dampak besar terhadap masyarakat dan perekonomian daerah.
Irwan menyebut kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50.000 orang saat mulai berproduksi pada 2028.
Hal itu disampaikan Irwan saat memimpin konferensi pers di Kopitiam, Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (7/8/2026).
“Apalagi jika melihat estimasi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri ini, yang akan mencapai sekitar 50.000 orang saat mulai berproduksi pada tahun 2028,” kata Irwan.
Menurutnya, peluang tersebut harus dipersiapkan sejak sekarang karena masih banyak masyarakat Luwu Timur dan wilayah sekitarnya yang menggantungkan harapan pada kehadiran investasi tersebut.
Irwan menegaskan dukungan pemerintah terhadap investasi tidak berarti mengabaikan hak masyarakat terdampak.
“Bukan berarti kami mengabaikan hak 30 warga tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan langkah agar masyarakat terdampak mendapatkan kesempatan bekerja maupun membuka usaha.
Bahkan, kata Irwan, pemerintah telah membuat perjanjian bersama yang ditandatangani perwakilan 116 warga, Direktur Utama PT IHIP, dan dirinya selaku Bupati Luwu Timur.
Dalam perjanjian tersebut, seluruh 116 warga terdampak wajib diberikan kesempatan bekerja.
“Jika tidak diserap, maka itu menjadi tanggung jawab kami,” kata Irwan.
Selain kesempatan bekerja, pemerintah juga membuka peluang usaha bagi warga, antara lain penyediaan air minum, jasa cuci kendaraan, dan usaha lain yang dibutuhkan perusahaan.
Irwan mengatakan pemerintah juga tengah mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar dapat mengambil peluang kerja ketika kawasan industri mulai beroperasi.
“Perusahaan yang sudah beroperasi saat ini baru menyerap sedikit tenaga kerja lokal, namun nanti ketika smelter dan kawasan industri berjalan, puluhan ribu tenaga kerja akan dibutuhkan, mulai dari tenaga harian hingga insinyur,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebanyak 175 anak muda dari seluruh desa dan kecamatan di Luwu Timur telah dikirim ke Pare untuk mengikuti pelatihan selama empat bulan dengan mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Inggris.
Menurut Irwan, pelatihan tersebut ditujukan agar anak-anak muda Luwu Timur memiliki kesiapan ketika investasi mulai beroperasi. (*)





