Bupati Luwu Timur Pastikan Hak Pendidikan dan Kesehatan Warga Terdampak Tetap Dijamin

ZONALUTIM.ID – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam memastikan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan peluang usaha bagi masyarakat terdampak pembangunan Kawasan Industri PT IHIP.

Hal tersebut disampaikan Irwan saat memimpin konferensi pers di Kopitiam, Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (7/8/2026).

Irwan mengatakan, perhatian terhadap masyarakat terdampak telah disiapkan pemerintah sebelum pelaksanaan penertiban.

Ia menyebut seluruh 116 warga terdampak telah mendapatkan jaminan kesempatan bekerja berdasarkan perjanjian yang ditandatangani perwakilan warga, Direktur Utama PT IHIP, dan dirinya selaku Bupati Luwu Timur.

Selain pekerjaan, pemerintah juga menyiapkan peluang usaha bagi warga yang belum menerima nilai ganti rugi.

“Bagi warga yang belum menerima nilai ganti rugi, kami tetap memberikan kesempatan berusaha, mulai dari penyediaan air minum, jasa cuci kendaraan, dan usaha lain yang dibutuhkan perusahaan,” kata Irwan.

Untuk sektor pendidikan, Irwan mengatakan pemerintah kabupaten menanggung biaya pendidikan dan seragam sekolah mulai dari TK, SD, hingga SMP.

Sementara untuk pendidikan tinggi, pemerintah memberikan beasiswa kepada anak-anak Luwu Timur.

“Untuk perguruan tinggi, seluruh anak kami tanpa terkecuali mendapatkan beasiswa. Hampir 10.000 mahasiswa asal Luwu Timur kami berikan beasiswa sejak mereka masuk hingga lulus,” ujarnya.

Menurut Irwan, kebijakan tersebut diharapkan dapat mencegah anak-anak Luwu Timur putus sekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan tinggi.

Di sektor kesehatan, Irwan mengatakan jaminan kesehatan seluruh masyarakat Luwu Timur telah dijamin secara penuh.

“Bahkan layanan kesehatan yang tidak lagi ditanggung BPJS, kami tanggung sepenuhnya melalui dana pendamping,” katanya.

Selain itu, Irwan menyebut Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan tempat tinggal bagi warga setelah penertiban.

Berdasarkan data pemerintah, terdapat 14 bangunan di lokasi dan tujuh di antaranya sering digunakan warga untuk menginap.

“Kami menyiapkan 7 unit rumah lengkap dengan fasilitasnya, namun hingga saat ini belum ditempati,” ujarnya.

Irwan mengatakan pemerintah tetap memberikan perhatian kepada warga meskipun mereka belum menempati rumah yang telah disiapkan.

Ia mengaku telah memerintahkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat, dan Kepala Desa untuk mendatangi lokasi serta rumah yang telah disiapkan pada hari kedua dan ketiga setelah penertiban. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *